Kopi & Ning Jember

Kunjungan calon ning Jember @rani adalah salah satu bentuk dukungan pada UMKM Kopi Jember

Acara Pemilihan Gus & Ning Jember ini diselenggarakan dengan tujuan untuk:

1. Mengembangkan bakat, kreativitas dan kemampuan generasi muda sebagai representasi daerah yang berprestasi di bidang Pariwisata.

2. Meningkatkan citra positif Pariwisata Kabupaten Jember sebagai daerah tujuan wisata utama.

3. Dapat menjual atau mempromosikan potensi obyek dan daya tarik wisata Kabupaten Jember di kota ataupun di provinsi lain di Indonesia.

4. Membentuk Gus & Ning Jember sebagai Duta Wisata Kabupaten Jember yang mempunyai kemampuan dan wawasan yang luas serta profesional dalam mempromosikan potensi-potensi wisata yang ada di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk Menumbuhkan, mengembangkan, membina dan melestarikan nilai-nilai seni budaya bangsa. Dan Memberdayakan generasi muda untuk berprestasi di bidang Pariwisata dan membentuk Gus & Ning Jember secara profesional.

#kopijember #dutawisatajember #pariwisatajember #umkmkopijember #brandlokaljember #jenamalokaljember #bedhagkopi #kolaborasi #ningjember

Kopi Wine Halal

Kopi Wine mungkin orang sudah berpikir macam-macam. Tapi tahukah anda, wine dan kopi adalah dua hal yang sangat berbeda. Wine terbuat dari anggur sedangkan kopi adalah kopi.

Kemudian apa pula wine coffee itu? Wine coffee sendiri adalah jenis proses pascapanen yang dialami kopi tersebut dan melahirkan sebuah (yang katanya) cita rasa unik menyerupai aroma wine. Dengan kata lain wine coffee juga bisa disebut dengan coffee fermented atau kopi yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi.

Lalu apakah semua kopi bisa diproses menjadi wine coffee? Menurut S Dewa, seorang petani kopi di Jember Jawa Timur, kopi yang baik untuk diproses menjadi wine coffee adalah kopi yang ditanam di atas ketinggian at least 1500 mdpl.

Kenapa harus di ketinggian tertentu, karena (katanya) semakin tinggi kopi ditanam maka akan semakin banyak getahnya. Sedangkan jenis kopinya bisa apa saja peaberry juga bisa asal kualitasnya baik. Ceri kopi yang dipilih haruslah ceri merah penuh dan memang harus siap panen betul.

“Setelah pemilihan ceri merah kopi, selanjutnya ceri kopi ini akan mengalami dry process yang hampir mirip dengan natural process yaitu penjemuran langsung hingga ceri kopi tersebut mengering secara alami. Jika natural process kira-kira memakan waktu penjemuran selama dua minggu, maka wine coffee memakan waktu 30 – 45 hari (tergantung cuaca juga). Proses penjemurannya memang sengaja lebih panjang karena petani percaya bahwa semakin lama dijemur, maka ceri akan semakin melekat dengan biji kopi. Dan itulah yang kelak mengeluarkan rasa dan aroma wine,” kata S Dewa.

Di Indonesia sendiri sudah banyak perkebunan kopi yang menerapkan proses wine coffee ini. Tak hanya di Jember dan sekitarnya, di pulau Jawa dan pulau-pulau lain sudah ada wine coffee. Menurut petani, harga wine coffee ini lebih tinggi dari harga kopi lain karena memang prosesnya yang terbilang sulit dan memakan waktu yang lama. Wine coffee ini punya penikmat sendiri dan banyak penggemarnya juga.

Pertanyaan klasik dari kopi wineadalah “Bisa bikin mabuk? Halal tidak?”

Kopi Wine diproses menggunakan teknik fermentasi. Yaitu, dengan memasukan ceri kopi ke dalam tempat tertutup. Biasanya petani menggunakan karung plastik. Ceri kopi dimasukkan ke dalam kantung-kantung plastik untuk mengalami proses fermentasi sempurna. Beberapa petani mendiamkan ceri dalam tempat tertutup ini selama 30 – 45 hari.

Semakin lama semakin sempurna hasil fermentasinya. Setelah difermentasikan, barulah dijemur hingga kering. Oh, ya, apa sih fungsinya fermentasi selama itu? Kalau kalian pernah ke kebun kopi dan panen ceri paling merah, kemudian mencicipinya, itu ada aroma-aroma manis, begitu pun rasanya. Nah, ketika proses fermentasi, rasa-rasa di ceri merah ini secara perlahan meresap ke dalam biji kopi. Setelah meresap, lalu diikat aromanya di dalam DNA biji kopi, kemudian dijemur hingga mengering. Setelah mengering, barulah digiling untuk melepaskan kulit ceri yang sudah mengeras tadi. Setelah dilepaskan kulit cerinya, biji kopi akan dijemur lagi dan selanjutnya akan menuju proses roasting.

Sebenarnya, kalau mencicip kopi dengan Black Honey Process dan Natural Process, itu lightly mirip dengan Natural Wine Process. Bedanya, di tingkat aroma, kompleksitas rasa dan asamnya saja. Kalau boleh dibilang, Kopi Wine adalah next level-nya Black Honey dan Natural Process. Namun, semua itu tergantung jenis kopi dan panenannya.

Untuk memenuhi syarat rasa winey adalah, pertama, semua kopi yang dipanen harus ceri merah dan kopi arabika yang tumbuh di atas 1.500 dpl atau Liberika. Karena menurut penerawangan tukang kopi, semakin berada di ketinggian, getah kopi semakin banyak dan semakin bagus juga untuk diproses menjadi Kopi Wine. Entahlah itu bener atau nggak.

Belakangan, jika ditelurusi, Kopi Wine yang cukup terkenal adalah dari daerah Jawa Timur. Khususnya Jember. Jadi, lebih terkenal istilah “Kopi Anggur” dibandingkan kopi Wine karena terbuat dari jenis kopi Liberika. Sebagai info saja, Kopi Wine ini sebenarnya bisa diterapkan oleh semua petani kopi di seluruh pemilik Single Origin di Indonesia. Mulai dari Gayo Wine hingga Wamena Wine. Dari Toraja Wine hingga Malabar Wine.

Jadi bukan jenis kopinya, tetapi proses pengolahannya. Seperti juga, Dry Process atau pun Washed Process yang bisa diterapkan di semua kopi, lebih tepatnya kopi Arabika atau Liberika. Jadi jelas hukumnya kopi wine ini, halal.

Kopi Liberika Jember Jawa Timur Indonesia

Hanya ingin meramaikan dunia perkopian Nusantara dengan metode paska panen yang sedikit berbeda, sekaligus membudidayakan kembali kopi Liberika Kuning yang sudah mulai langka di daerah kami 🤗
#sukmaelangplantation
#yelowlibericacoffee
#qproccessinglevel3
#experiencejembercoffee
#paradisecoffeejember
#bedhagkopi#liberikajember#kopiindonesia#liberikawine#kopianggur
Note :
Coffee Wine is a kind of Liberica coffee grown in the Sukma Elang plateu Jember. Planted from a height of 500 m above sea level.
Coffee Wine is not a coffee mixed with wine but the selected coffee beans are quoted without shelled and then fermented in a long time.
The coffee seeds are oval shaped with a light brown color after this wine its hard to forget because it has a strong taste . It feels longer left on the longue. The strength of this coffee flavor lies in the dominant sour taste , there id little sweetnes and bitternes.
From the aroma alone has made us think, let alone taste it ?

Semakin PD dengan sertifikasi halal

SEMAKIN BERKEMBANG: Produk bedhag coffee yang sudah meraih sertifikasi halal mengikuti saat uji kualitas kopi untuk dipertemukan dengan buyer internasional di kafe tebing Taman Botani Sukorambi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Bisnis komoditas kopi semakin menjamur di Kabupaten Jember. Banyak bermunculan produk kopi hingga maraknya tempat nongkrong. Minum kopi sudah menjadi gaya hidup milenial di Indonesia, bahkan di dunia.

Peluang ini ditangkap oleh Doni A Waluyo, pemilik usaha kopi Bedhag Cofee di Jalan Jawa Kecamatan Sumbersari. Mengolah kopi dari hulu hingga hilir. Tak hanya menciptakan produk, namun juga membuat kedai kopi.

“Izin produk kami sudah lengkap sejak 2016, mulai dari PIRT, ijin industri dan lainnya,” kata Doni. Perkembangan yang cukup pesat membuatnya terus berusaha agar penjualan kopi meningkat. Tahun 2018 lalu, dia memperoleh sertifikat halal atas bantuan Bank Indonesia.

Menurut dia, sertifikasi halal membuat dirinya semakin percaya diri untuk memasarkan produk kopi. Sebab mampu menyajikan produk kopi yang halal pada pembeli. “Kalau kita mau memasarkan ke luar Jember, lebih diperhatikan oleh pembeli,” tambahnya.

Logo halal yang terdapat pada produk kopinya semakin membuat dagangan laris, tak hanya lokal, namun hingga tingkat nasional. Bahkan, produknya sudah masuk kategori ekspedisi karena bersertifikat halal. Dibawa ke Malaysia, Jepang, Korea hingga Jerman untuk dipamerkan.

Diakuinya, pasar produk kopi yang dimilikinya masih belum merambah pasar internasional. . Namun, Doni terus bergerak agar bisa tembus pasar internasional. Salah satunya mengikuti uji kualitas kopi untuk dipertemukan dengan pembeli internasional yang diselenggarakan BIN Cigar.

“Meskipun berlogo halal, harga masih tetap sama. Tetapi serapan pasar lebih banyak,” akunya. Dia bisa memasukkan produknya ke supermarket ternama, toko oleh-oleh hingga berbagai outlet. Untuk itu, Doni terus memperbaiki kemasan sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan meningkatkan kualitas cita rasa. “Tak kalah penting adalah meningkatkan kepercayaan customer,” tandasnya.

Khairunnisa Musari pakar ekonomi syariah dari IAIN Jember menilai setelah produk kopi mendapat sertifikat halal, perlu penguatan kapasitas produksi. “Saya yakin permintaan akan kopi ini besar, terutama pada pasar internasional,” ucapnya.

Terutama pada Negara muslim yang mensyaratkan produk masuk ke negara mereka harus bersertifikasi halal. “Yang menjadi persoalan justru apakah produk kopi ini mampu memenuhi permintaan,” tegas sekretaris II DPW Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur ini.

Sebagai penggiat ekonomi syariah, dirinya mendorong pemerintah dan stake holder melalui asosiasi profesi agar hadir mendorong ekonomi halal. Terutama bagi UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal agar bisa menembus pasar luar.

“Bank Indonesia cukup intens melakukan pembinaan bagi UMKM, membantu pemasarannya,” tutur dosen fakultas ekonomi dan bisnis ini. Bahkan, juga termasuk motor penggerak ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang wujudnya pada sektor riil adalah pengembangan ekonomi halal.

Menurut dia, UMKM tidak bisa sendirian dalam mengembangkan usahanya. Butuh sinergi dan dukungan para stakeholder halal, termasuk dalam hal mengakses sertifikat halal maupun mengakses pembiayaan tanpa agunan sebagai insentif.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jember sepanjang 2014-2018, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Jember. Kemudian disusul Industri Pengolahan.

“Lapangan usaha ini dapat menjadi prioritas untuk dikembangkan sebagai motor industri halal di Jember,” terangnya. Termasuk di Kabupaten Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak pada lapangan usaha tersebut perlu didorong untuk menghasilkan produk halal yang tidak hanya memenuhi pasar domestik, tapi juga pasar internasional. Apalagi adanya UU Jaminan Produk Halal (JPH) yang memaksa semua produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia ke depan harus bersertifikasi halal.

Khairinnisa menilai tantangan dalam mewujudkan industri halal adalah penciptaan ekosistem halal, yang turunannya berupa penguatan rantai nilai halal melalui industri halal. Kemudian penguatan keuangan syariah, penguatan UMKM, penguatan ekonomi digital dan penguatan ekosistem pendukung.

“Di Jember, penciptaan rantai nilai halal bisa melalui pesantren-pesantren atau usaha-usaha berbasis komunitas,” tuturnya. Selain itu, strategi yang bisa dilakukan bila merujuk pada Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), strategi utamanya penguatan ekonomi syariah.

Lalu diturunkan menjadi strategi dasar dengan mendorong kebijakan pemerintah daerah yang mendukung ekonomi syariah dan peningkatan sumber daya insani. “Strategi ini diturunkan lagi pada program kerja yang mengarah pada penciptaan rantai nilai halal, penguatan kelembagaan, dan penyediaan infrastruktur,” papar perempuan berkerudung ini.

Diakuinya, ekonomi halal ini merupakan amanat UU JPH yang bersifat wajib. Implikasinya adalah jaminan halal atas produk yang dikonsumsi. Sebab, halal bukan lagi menjadi simbol agama, tetapi halal juga menjadi simbol higienitas, keamanan, kenyamanan yang manfaatnya tidak hanya untuk masyarakat muslim semata.

Dia menegaskan, ekonomi halal sebagai arus baru perekonomian. Harapannya bisa menjadi motor bagi UMKM dan industri halal untuk turut membantu perbaikan defisit transaksi berjalan dengan mengerek ekspor Indonesia. “UMKM yang bergerak pada industri halal berpeluang menjadi penopang perekonomian domestik di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat,” imbuhnya.

Eksyar Berkembang, Indonesia Punya Peluang Besar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Wilayah Jember Hestu Wibowo menambahkan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi syariah, membutuhkan dukungan keuangan syariah sebagai sumber pembiayaan aktivitasnya. “Sektor keuangan syariah ini mencakup sektor keuangan komersial,” ucapnya.

Seperti aset perbankan syariah, kapitalisasi pasar modal syariah, dan Industri Keuangan Non Bank Syariah lainnya temasuk Fintech syariah, maupun sektor keuangan sosial melalui optimalisasi zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Menurut Hestu, sinergi yang berkesinambungan antara pihak yang berkepentingan, dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Jember. Yakni terpenuhinya kebutuhan produk halal oleh produk dalam negeri, peningkatan ekspor produk halal, dan peningkatan kinerja perbankan syariah serta Industri Keuangan Non Bank Syariah.

Secara nasional, kata Hestu, ekonomi dan keuangan syariah berkembang cukup baik. Sampai tahun 2018, market share ekonomi dan keuangan syariah mampu menembus porsi 8,50 persen terhadap ekonomi dan keuangan secara keseluruhan.

Begitu juga di Jember, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah meningkat cukup tinggi. Mampu tumbuh sebesar 69,50 persen disertai tingkat Non Performing Financing (NPF) yang relatif kecil, yakni 1,54 persen hingga September 2019 “Porsi pembiayaan perbankan syariah terhadap total penyaluran dana di Jember mencapai 7,90 persen,” ungkapnya.

Perkembangan ekonomi syariah yang pesat memicu berbagai negara memanfaaatkan peluang ini. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia punya peluang besar. Bukan sebagai pasar, namun mengambil posisi sebagai pemimpin. “Indonesia hampir selalu masuk peringkat lima besar dalam hal expenditure terbesar di dalam industri halal,” paparnya.

Untuk itu, Bank Indonesia berkomitmen mengembangkan lima aspek yang menjadi kekuatan ekonomi syariah di Indonesia. Yakni keuangan, kuliner, fashion, wirausaha dan hiburan.

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Bagus Supriadi

Cupping

Cupping, Seni Menilai Secangkir Kopi

Ada sekitar 800 karakter kopi di dunia. Mari kenali lewat cupping, seni menghirup aroma, menyeruput, dan meneguk kopi.

Bak minum anggur, menikmati kopi bukanlah seperti menenggak segelas besar bir. Sehitam neraka, sekuat kematian, dan semanis cinta itulah nikmatnya kopi, kata orang Turki yang mengenalkannya pada orang Barat.

“Rasanya seperti air kobokan!” komentar dosen ahli kajian film Prancis tentang sajian kopi di rehat lokakarya estetika film di IKJ pertengahan 2006 lalu. Kopi yang disajikan itunasgitel (panas, legi, kentel—panas, manis, kental), khas Jawa. Ada pula kopi tubruk dan kopi pekat. Penggemar biasa meminumnya sambil menggigit gula merah. Sedangkan orang Aceh gemar kopi telur, kopi tarik, kopi sanger, dan kopi saring yang kadang disebut cappuccino Aceh.

Sementara, bule dan pencinta kopi sejati akan mencari single origin (kopi murni khas suatu daerah) dan blend (racikan beberapa jenis kopi) yang dinikmati pekat murni—tanpa gula atau susu. Pahit? “Kopi itu sangat berkarakter,” ujar Dewi “Dee” Lestari dalam kumpulan cerpennya,Filosofi Kopi (Truudee Books & Gagas Media, 2006). Nah!

“Ada sekitar 800 karakter kopi,” papar Agustinus Tassi, roaster (ahli penyangrai kopi) dari Caswell’s Fine Coffee and Teas. Ini bisa dikenali dan dipelajari lewat cupping,coffee tasting alias “upacara” singkat mengenali dan membandingkan sejumlah karakter beberapa kopi.

Langkah Panjang Menuju Secangkir Saji
Ada sekitar 10 tahap dilalui biji kopi dari benih sampai ke cangkir saji. Panen dari pohon yang siap berbuah mulai usia tiga tahun saat cherry kopi merah matang di bulan ke-8 lalu diolah dengan cara kering (empat minggu dijemur).

Yang lebih baik, cara basah: cherry kopi direndam, yang mengambang disingkirkan karena bermutu jelek, sisanya dibiarkan 36 jam sambil terus disemprot. Selanjutnya dikeringkan dengan sinar Matahari atau mesin dan dikupas memunculkan biji kopi mentah.

Penyimpanan dengan karung goni di suhu kamar 20 – 25 oC untuk mencegah kandungan aroma menghilang di suhu terlalu panas. Karung goni dipilih karena bahan itu masih memungkinkan aliran udara yang disangga agar tak menyentuh langsung tanah atau lantai. Dengan begini, mutu biji kopi bisa tahan lama.

Penyangraian kopi adalah tahap penting yang melahirkan karakteristiknya.Specialty coffee cafébiasa menyangrai sedikit sesuai kebutuhan. Dengan mesin penyangrai menggunakan LPG, 12 kg biji kopi disangrai 18 menit. Aromanya mulai menguar pada menit ke-10. Kopi hasil sangrai diangin-anginkan selama 1 – 24 jam agar tak lembab, lalu simpan dalam kaleng atau plastik kedap udara dengan katup udara yang memungkinkan kita menghirup aromanya dari luar. Biji kopi sangrai bisa bertahan aroma dan rasanya selama 4 – 5 bulan. Biji kopi digiling begitu akan diseduh, sebab kopi bubuk hanya bertahan mutunya selama dua minggu.

Fragrance, aroma, acidity, dan body adalah karakter utama kopi. Kopi yang baik, karakternya tetap kuat meski dicampur apa saja.

Dalam cupping, yang pertama kita kenali adalah menghirup wangi kopi yang menguar dari dari kopi bubuk yang belum diseduh. Langkah kedua, kita mengambil gelas A berisi 7 g bubuk kopi yang dua menit sebelumnya diseduh air 150 ml dan mendekatkannya ke hidung. Dengan sendok, ampasnya disibak ke pinggir dan dihirup aromanya.

“Sensasi seperti apakah yang terasa dari uapnya?” kata Agus sambil menunjuk ke bagian aroma kopi di bagan lingkaran karakteristik kopi. Apakah enzymatic(seperti bunga, buah, rempah), sugar browning/gula panggang (seperti kacang, karamel, cokelat), atau dry distillation/bakaran (karbon, bumbu, obat-obatan).

“Upacara” ketiga, acidity,keasaman kopi. Pada tahapan ini peserta mengangkat gelas, menyingkirkan ampas ke gelas kosong, menyendok kopi, dan menyeruput sampai bunyi. Saat kopi menyentuh langit-langit mulut dan tepian bawah lidah peserta akan merasakan keasaman seperti ketika menyantap buah atau menyesap anggur, dengan selintas rasa “manis”. Skala penilaiannya 1 (very flat), 3 (very soft), 5 (slightly sharp), 7 (very sharp), dan 10 (very bright).

Keempat, sampailah padapoint terpenting : flavor(cita rasa). Peserta merasakan apakah ada paduan aroma dan rasa ketika kopi menguapi langit-langit mulut saat diseruput. Skala penilaian untuk aspek cita rasa ini antara 1 (terpayah) dan 10 (terhebat).

Langkah kelima, body, kekentalan dari lemak, minyak, dan endapan yang terasa ketika kopi diseruput. “Bayangkan seperti ketika menyeruput susu,” kata Agus. Skala nilainya 1 (very thin), 4 (light), 6 (full), 9 (heavy) dan 10 (very heavy).

Langkah ketiga sampai kelima di atas, kopi cukup diseruput, tak sampai diteguk. Begitu kita cukup merasa-rasa, kopi dimuntahkan lagi ke gelas ampas. Bila belum yakin, bisa diulang lagi. Kopi baru diteguk pada tahap keenam, aftertaste untuk merasakan cita rasa yang melekat di kerongkongan saat kopi diteguk. Skala untuk tahap keenam ini antara 1 (terpayah) dan 10 (terhebat).

Di antara langkah ketiga sempai keenam, kita bisa meneguk air bening untuk menetralkan mulut. Terakhir, kita memberikan cupper’s point/balance atau nilai keseluruhan pada semua kategori tadi dengan skala -5 (terpayah) dan +5 (terhebat).

Selesai dengan kopi A, peserta mengulangi semua langkah tadi pada kopi B. Nilai keseluruhan A dan B menjadi patokan hasil cupping. Sekali lagi, “Tak ada salah atau benar di sini,” ujar Agus serius yang kemudian membuka “rahasia” contoh kopi A dan B. Ternyata kopi A adalah jenis arabika Bali Kintamani dan kopi B adalah jenis Guatemala Huehuetenango. Kalau ada peserta yang menunjukkan “ketakpercayaan”, itu bukan hal luar biasa. Inilah gunanya cupping, mengevaluasi mutu kopi.

Menurut Agus, “semestinya” hasil cupping stabil dari waktu ke waktu, sesuai agtron number (tingkat warna sangrai kopi dari yang terterang sampai tergelap) kopi A dan B. Kalau terjadi kesenjangan nilai 10, itu dianggap terlalu jauh, “‘Tertuduh’-nya bisa saya sebagai penyangrai. Saya mesti mengevaluasi, apakah penyebab ‘turunnya mutu’ ini, dimulai dari mutu biji kopinya dari tingkat petani, atau tak pas saat menyangrai dan menyeduh.”

Bali Kintamani, misalnya, “semestinya” memberi sensasi rasa full body, rich aroma, dan nuansa lemon karena tanaman selanya di dataran tinggi Bali adalah jeruk. Di tangan seorang roaster, dari cupping bisa dihasilkan campuran minuman kopi. Misalnya, Rhino Blend dari campuran arabika dan robusta, serta Caswell’s Espresso dari arabika Indonesia dan Amerika Selatan yang dijagokan – jenis bijinya rahasia perusahaan.

Penyebaran ke seluruh penjuru dunia menghasilkan budaya minum kopi yang khas. Membubuhi kopi dengan susu, gula, dan sebagainya juga tak salah. Yang harus dipegang, kopi yang baik, dicampur apapun tetap terasa dan kuat rasa kopinya.

Biarpun berkutat dengan mengolah kopi ala selera dunia, Agustinus tak menampik gaya minum kopi khas Indonesia. “Saya malah ingin ke Yogyakarta untuk menikmati kopi jos. Belum pernah dengar? Konon, sepotong arang membara dicelupkan ke kopi seduh,” kata Agus. Oh, tak terbayang, hitam bertemu hitam ….

Filosofi Kopi
Mengikuti cupping bak menyiapkan diri menjalanigeneral check upkesehatan dan menonton konser. Kita diharapkan tak menyantap apa pun 30 menit sebelumnya. Tujuannya, agar mulut dan kerongkongan kita netral. Kita juga dianjurkan tidak memakai parfum yang tajam. Yang tak kalah penting, untuk sementara waktu “bunuh” telepon genggam. Ruangan dikondisikan tanpa pewangi dan pendingin udara. Semuanya mendukung tuntutan akan suasana tenang dan konsentrasi penuh.

Cupping adalah “upacara” di specialty coffee café yang rutin diadakan sampai tiga kali seminggu. Idealnya diikuti roaster, barista(peramu kopi), petani kopi, eksportir kopi, dan pencinta kopi sejati. Tujuan cupping adalah menjaga standar mutu kopi yang disajikan pada tamu dan pelanggan.

Di kedai kopi berkesanhomey, itu ada meja kayu persegi empat yang telah ditata untuk “jamuan” delapan orang. Di tengah meja ada empat baki kecil yang masing-masing berisigreen beans (biji kopi yang belum disangrai), dan biji kopi yang sudah disangrai berlabel A dan B yang tampak hitam dan berkilau. Ada lagi dua kantong kertas yang masing-masing berisi kopi bubuk berlabel A dan B. Kopi bubuk inilah contoh kopi yang akan dinilai.

Di hadapan peserta “upacara” telah ditata selembar cupping form di atas lembar coffee Taster’s Flavor Wheel. Di sisinya ada tissuemengalasi sendok kopi ukuran 8 g. Di sebelah depan ada dua gelas kaca ukuran 240 ml berisi kopi seduh berlabel A dan B, gelas kaca tinggi berisi air bening, dan gelas kaca kosong untuk ampas kopi.

“Upacara” dimulai usai Agustinus Tassi membuka resmi dengan pengantar singkat. Peserta mulai beraksi dengan mendekatkan kantong bubuk kopi A ke bawah hidung, menyendok bubuknya mendekat ke hidung dan menghirupfragrance, wangi kopi yang menguar dari kopi bubuk sebelum diseduh. Lalu, peserta memberi penilaian dengan kisaran angka 1 —10, dari yang paling payah sampai terhebat.

“Tak ada ‘salah benar’ dalam menilai kopi dan menikmati kopi dalam beragam cara. Semuanya terpulang pada selera kita sendiri,” tutur Henry Caswell Harmon, si pendiri Caswell’s menenangkan.

Langkah Panjang Menuju Secangkir Saji
Ada sekitar 10 tahap dilalui biji kopi dari benih sampai ke cangkir saji. Panen dari pohon yang siap berbuah mulai usia tiga tahun saat cherry kopi merah matang di bulan ke-8 lalu diolah dengan cara kering (empat minggu dijemur).

Yang lebih baik, cara basah: cherry kopi direndam, yang mengambang disingkirkan karena bermutu jelek, sisanya dibiarkan 36 jam sambil terus disemprot. Selanjutnya dikeringkan dengan sinar Matahari atau mesin dan dikupas memunculkan biji kopi mentah.

Penyimpanan dengan karung goni di suhu kamar 20 – 25 oC untuk mencegah kandungan aroma menghilang di suhu terlalu panas. Karung goni dipilih karena bahan itu masih memungkinkan aliran udara yang disangga agar tak menyentuh langsung tanah atau lantai. Dengan begini, mutu biji kopi bisa tahan lama.

Penyangraian kopi adalah tahap penting yang melahirkan karakteristiknya.Specialty coffee cafébiasa menyangrai sedikit sesuai kebutuhan. Dengan mesin penyangrai menggunakan LPG, 12 kg biji kopi disangrai 18 menit. Aromanya mulai menguar pada menit ke-10. Kopi hasil sangrai diangin-anginkan selama 1 – 24 jam agar tak lembab, lalu simpan dalam kaleng atau plastik kedap udara dengan katup udara yang memungkinkan kita menghirup aromanya dari luar. Biji kopi sangrai bisa bertahan aroma dan rasanya selama 4 – 5 bulan. Biji kopi digiling begitu akan diseduh, sebab kopi bubuk hanya bertahan mutunya selama dua minggu.
Semoga Bermanfaat 🙏🏼

Varietas & Persilangan Tanaman Kopi

Copasan Phylum: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus: Coffea
Spesies: ….. Varietas atau cultivar berkembang dengan 2 cara;
  1. Mutasi : Ada perubahan genetis secara mendadak, dan perubahan itu jadi permanen saat dikembangbiakan melalui biji. Contoh; Maragojipe, Pacas, Caturra dll.
  2. Hibrida : Persilangan 2 varietas ataupun species baik secara alami atau disengaja manusia. Bisa sesama species (intraspecific) ataupun lintas species (interspecific).
Varietas indukan arabika: Typica & Bourbon
  1. Typica
    Kopi dipercaya berasal dari Ethiopia, dengan varietas yang kemudian dikenal dengan nama Typica. Dalam bahasa latin berarti ‘umum’ atau ‘tersebar secara luas’.
    Peradaban Eropa mengenal kopi pertama dari Yaman
    Eropa membawa kopi ke Hindia Belanda dari Malabar, India Selatan, dikembangkan di Pulau Jawa
    Tahun 1706 dengan kopi dari Jawa Belanda mematahkan dominasi Arab menyuplai kopi ke Eropa
    Dikembangkan ke koloni Eropa lain; Pulau Bourbon (kini Reunion) dan Amerika Latin (Mexico, El Savador, Brasil, Panama, Suriname, dll)
    Nama lokal Typica
    Pluma Hidalgo (Mexico), San Ramon & San Bernardo (Brasil), Kent & Chickumalgur (India), Jamaica Blue Mountain (Jamaika), Kona (Hawai), Bergandal/Garundang (Sumatra), Jowo (Jawa), Blawan Pasumah (Ijen), Geisha (ditemukan di Abyssinia [selatan Ethopia] 1931), USDA (bantuan US Departemen of Agriculture ke ICCRI 1956).
  2. Bourbon
    Saat ditanam di Pulau Bourbon mulai tahun 1715, Typica bermutasi menghasilkan pohon yang lebih pendek, 20% – 30% lebih produktif dan rasa yang lebih manis dibanding Typica. Cabang primer Bourbon lebih sedikit dibanding Typica, namun punya cabang sekunder yang lebih banyak. Buah relatif lebih kecil, lebih padat dan matang lebih cepat; berisiko rontok saat hujan atau berangin.
    Nama lokal Bourbon.
    Tekisic, Chocola, Yellow Bourbon, Orange Bourbon, French Mission, Pacas
Mutasi & Persilangan
  • Maragojipe : Mutasi Typica di Brasil yang menghasilkan buah, daun, pohon, biji yang serba lebih besar (1860).
  • Catura : Mutasi Bourbon di Brasil. Tanaman lebih pendek; jarak antar node dekat (1935).
  • Mundo Novo : Persilangan alami Typica (Sumatra) & Bourbon. Jadi lebih produktif dan kebal penyakit karat daun (1920).
    Pacas. Mutasi Bourbon di Santa Anna, El Savador (1949).
    Tahun 1900 di kebun penelitian di Bangelan (selatan Malang), Dr. P.J.S. Cramer menemukan 11 varietas Coffee arabica, yaitu;
  • Laurina
  • mauritiana
  • Murta
  • Menosperma
  • Mokka
  • Purpurescens
  • Variegata
  • Angustifolia
  • Erecta
  • Maragojipe
  • Columnari
Persilangan alami lintas species
  • Hibrido de Timor : Persilangan alami Typica dan Robusta di Pulau Timor.
  • Sigararutang / Ateng. Persilangan alamai HdT dan Bourbon di kebun milik Tengku Ibrahim Aman Samsir di Blang Gele, Aceng Tengah (1980).
  • Lini S-288. Persilangan Typica dan Liberika.
  • Onan Ganjang : Persilangan alami Lini S-795 dan Bourbon di Lintong (1980)
    Tahun ’70 – ’80 berkembang teknik pemuliaan, seperti persilangan back cross. Menghasilkan varietas dengan konsistensi yang lebih baik (pada rasa, produktifitas dan resistensi pada penyakit).
  • Catuai : Kawin silang Mundo Novo dan Yellow Catura.
  • Pacamara. Hasil kawain silang Red Maragojipe dan Pacas di turunan ke 5 (F5) oleh ISIC (El Savador).
    Contoh Coffea spesies lain
  • Coffea canephora. Yang paling terkenal adalah pacamara beanvarietas robusta, ditemukan pertama oleh Emil Laurent tahun 1898 di Congo, kemudian dikembangkan di Laboratorium di Brussel. Tercatat masuk pertama ke Jawa tahun 1900.
    Contoh Canephora lain;
  • Madagaskar,
  • Quillouensis,
  • Stenophylla Paris.
  • Coffea stenophylla. Ditemukan di Sierra Leone. Secara rasa sering disebut pesaing arabika, bahkan tak jarang yang menyebut melebihi. Namun masa tunggu hingga bisa panen terlalu lama.
  • Coffea liberica. Tahun 1875 dibawa ke Indonesia dari Afrika untuk mengganti kopi arabika yang terkena wabah karat daun. Sempat populer di Indonesia sampai 30 tahun kemudian dijangkiti jamur. Daun, pohon, buah lebih besar, panjang dan tinggi dibanding arabika. Sangat cocok di iklim panas, biji masak tak jatuh dari pohon.
    Contoh varietas;
  • Abeokute,
  • Dewevrei,
  • Arnoldiana,
  • Laurantii Gillet,
  • Excelsa,
  • Dybowskii,
  • Lamboray,
  • Wanni Rukula.
    Coffea congensis / Persilangan lintas species :
  • Catimor. Persilangan Catura dan Timor.
  • Lini S-795 : Persilangan (back cross) Lini S-288 dan Kent (1940 di India, 1955 ke ICCRI Jember).
  • P 88 : Hasil seleksi individual dari Catimor. Agak tahan dengan nematoda dan karat daun.
  • Borbor : Hasil seleksi individual dari Timor. Tahan penyakit karat daun
Referensi:
– William H. Ukers, M.A., 1922. All About Coffee. The Tea and Coffee Trade Journal Company. New York
– P.J.S. Cramer, 1957. A Review of Literature of Coffee Reasearch in Indonesia. Inter-American Institute of Agricultural Sciences. Turrialba, Costa Rica
– Salvadorian Coffee Council. Exploring Distinctive Characteristics & Virtues of Coffee Varieties: The Bourbon & Pacamara Case.
– Counter culture coffee varieties Semoga Bermanfaat ;)🙏

Bedhag Kopi JEMBER

Didirikan oleh @donnywaloejo dan didukung oleh komunitas petani kopi go organik Sukmaelang Djelboek Argopuro Jember & UPH DKK (Unit Pengolahan Hasil Djember Kampus Kopi). Bedhag kopi merupakan usaha pembuatan kopi bubuk spesial karena melakukan proses & tahapan secara terintegrasi hulu hilir seperti perawatan kebun, proses paska panen petik merah, roastery produk untuk standar spesifikasi kafe, & produk UKM Kopi

Bedhag kopi adalah rumah produksi, edukasi & penjualan kopi khas Jember yang berada di Jl. Jawa II no.4 Lingkungan Tegalboto Kidul Sumbersari Jember Jawa Timur.

Bedhag kopi terus mengembangkan potensi & inovasi usahanya agar tercipta produk yang berkualitas, unik & spesial dengan harapan kopi Indonesia khususnya Jember bisa dikenal & diminati di tingkat lokal, nasional & internasional

#kopijemberaja

Waktu yang tepat untuk minum kopi

*WAKTU PALING SEHAT UNTUK MINUM KOPI TERNYATA BUKAN PAGI HARI*

🌤☕☕🙄🙄☕☕🌤

*Anda penggemar kopi? Jam berapa Anda biasanya minum kopi?* Sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu efektif minum kopi bukanlah di pagi hari. 😱

*Mengapa kita harus minum kopi di waktu yang tepat?* Tentu agar Anda dapat merasakan manfaat maksimalnya. 🙂

*MENGETAHUI PRODUKSI HORMON KORTISOL PADA TUBUH*
🤔🤔🤔

Hormon Kortisol adalah hormon yang dibuat oleh dua kelenjar adrenal (satu terletak pada setiap ginjal) dan itu sangat penting bagi kehidupan. Hormon kortisol dikenal juga secara luas sebagai hormon stres, karena hormon ini akan diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stres, baik fisik maupun emosional.

Hormon kortisol berperan pada penggunaan gula atau glukosa dan lemak dalam metabolisme tubuh untuk menyediakan energi. Selain itu, hormon kortisol berfungsi mengendalikan stres yang dapat dipengaruhi oleh kondisi infeksi, cedera, aktivitas berat, serta stres fisik dan emosional.

Pada kondisi normal, kadar hormon kortisol tertinggi mencapai puncak pada pukul 8 sampai 9 pagi dan akan semakin menurun. Saat hormon kortisol Anda menurun, saat inilah Anda membutuhkan kafein yang ada di dalam kopi.

😁😁😁👍👍

*Kapan waktu yang paling efektif untuk minum kopi?* 🕥🤔
Menurut penelitian yang dilakukan oleh *Steven Miller dari Universitas Health Sciences di Bethesda*, produksi hormon kortisol akan mengalami siklus, jam saat produksi hormon kortisol mencapai puncak tertinggi adalah jam 8.00-9.00 pagi, jam 12.00-13.00 siang, jam 17.30-18.30. Setiap orang memang memiliki siklus yang berbeda-beda, namun rata-rata akan mengalami produksi hormon kortisol tertinggi di jam-jam itu.

*Jadi, waktu yang paling tepat untuk Anda minum kopi adalah, saat produksi hormon kortisol Anda mulai menurun, tepatnya pada jam yang kita kenal dengan istilah coffee break, antara jam 9.30-11.30, jam 13.30 dan jam 5 sore.*
🕥🕜🕔

Sekarang pilihan ada di Anda untuk mengubah jam kebiasaan minum kopi agar Anda mendapatkan manfaat maksimal dari secangkir kopi.

:):)☕☕:):)

*Share Ilmu Semoga Bermanfaat*

#jumat_barokah
#barista_class
#karena_kopi_membuatmu_lebih_hidup

Kopi sehat ?

Apa kata mereka tentang kopi? Ayo kita simak bersama.
* WHO (Badan Kesehatan Dunia) :
– Kopi tidak membuat penggemarnya kecanduan.
– Tidak menyebabkan keropos tulang (Osteoporosis).
– Tidak meningkatkan tekanan darah maupun jantung koroner.
Hal ini disebabkan kandungan asam fenolat didalam kopi, yaitu polifenol yang bersifat antioksidan.

* Dokter Joe Vinson, ketua Tim Peneliti Universitas Scranton, Amerika Serikat.
– Antioksidan yang ada pada kopi bisa mencegah kanker, penyakit jantung, diabetis dan stroke.

* Penelitian di Universitas Harvard :
– Bagi perempuan baik untuk menjaga berat badan.
– Mengurangi risiko kanker usus besar sampai 25%, batu empedu sampai 45%, sirosis hati sampai 80%, parkinson 50-80%, serta asma sampai 25%.

* Rachel Huxley, peneliti dari Universitas of Sydney.
– Kafein dalam 1-2 cangkir kopi dapat menambah kecepatan berfikir dan inspirasi, membuat badan lebih segar, serta mengobati rasa kantuk dan lelah.
– 10 cangkir kopi yang diminum secara berturut-turut bisa menyebabkan keracunan dengan tanda-tanda gelisah, insomnia, diare dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

(diolah dari sumber : Redaksi Health Secret).

Catatan : minumlah sewajarnya kopi Anda, 1-2 cangkir per hari tanpa tambahan bahan apapun.

Selanjutnya, masihkah Anda takut jadi penikmat kopi? Pesan kami : ‘jangan jadi peminum kopi tetapi jadilah penikmat kopi’.

Coffee Snob

Sekedar copas..

Coffee snob

Makin banyak orang yang menulis “I am a coffee lover” di berbagai akun media sosialnya. Coffee snob lebih dari sekadar coffee lover, lho. Coba cek ciri-ciri ini. Mungkin Anda adalah salah satunya.

1) Pokoknya Starbucks itu salah.

Tanpa mau peduli bedanya bentuk bisnis dan sifat kedai kopi international chain dengan third wave coffee shops, seorang coffee snob wajib menganggap mereka semua salah –terutama Starbucks. Biarpun barista Starbucks sudah jadi juara di Indonesia Brewers Cup 2016, seorang coffee snob akan tetap menganggap Starbucks itu salah. Walaupun Starbucks sudah bantu mempromosikan kopi Indonesia ke seluruh dunia, tetap saja seorang coffee snob tidak akan memamerkan Starbucks Card koleksinya.
(Tidak dipamerkan, tapi ada di dompet.)
Musuh lain para coffee snobs: kopi luwak dan iced cappuccino.
160924-abcd_8-ciri-coffee-snob_3
Pemberdayaan petani? Kopi spesial? Alahhh, pencitraan.

2) Koleksi t-shirt dan stiker kopi-kopian.

Tanpa kostum yang menampilkan kefasihan tentang kopi dan kecintaan mereka yang mendalam sekali pada kopi berkualitas tinggi, seorang coffee snob tidak akan berani keluar dari rumahnya. Kaos, topi, tote bag, dan stiker mobil dari Coffee Collective, Drop Coffee, Seven Seeds, Arabica Kyoto, Stumptown Coffee dan sejenisnya pasti jadi kebanggaan sekaligus pernyataan identitas diri. Bukan hanya itu, masker wajah dan luluran juga mesti dari kopi. Punya kebun di rumah? Pupuknya pun dari ampas kopi.

3) Bukan minum, tapi seruput.

Supaya terasa berbagai flavors dan notes dari secangkir kopi maka seorang coffee snob tidak akan meneguk, tapi selalu menyeruput. Selesai menyeruput wajahnya akan tampak berpikir-pikir serius dengan pandangan menerawang ke angkasa. Terkadang dibarengi dengan anggukan-anggukan kecil dan dahi yang sedikit mengerut.
Setelah itu, dengan hanya dipancing pertanyaan, “Bagaimana rasa kopinya?”, maka dari mulutnya akan keluar pembahasan rasa kopi itu sepanjang Pembukaan UUD 1945. Itu baru satu seruput, lho. Itu sebabnya seorang coffee snob bisa membuang waktu selama sejam untuk minum secangkir kopi saja. Dan, sesungguhnya, pemahaman cita rasa kopi yang paling agung hanya tercapai ketika kita menyeruput cappuccino.
160924-abcd_8-ciri-coffee-snob_1
Sendok kok buat ngaduk? Ceu, itu buat tasting, lagi.

4) Pesan yang tidak ada di menu.

Sudah ada espresso, double espresso, latte, cappuccino, piccolo dan flat white di menu. Namun, tentu selera seorang coffee snob terlalu sophisticated untuk bisa ditampilkan di papan menu yang diperuntukkan oleh peminum kopi biasa. Tanpa menoleh ke papan menu itu seorang coffee snob akan langsung saja minta Split. Atau, Magic. Atau, Tasting Flight. Quadrupple espresso. Pocahontas. Beelzebub.

5) Fasih bahasa kopi.

“Kalau varietal SL25 di-semi washed berarti acidity-nya tidak maksimal. Apalagi kalau elevasi-nya hanya 1.000 em-a-es-el. You pakai sistem steeping dan dripping juga percuma; nggak akan mengangkat acidity-nya. Mungkin kalau ada agitasi pas pre-infusion bisa bantu di first thirty seconds extraction-nya. Karena kalau nggak nanti bisa jadi under.”
Jangan nekat ajak debat lebih jauh. Lebih baik tawarkan air putih gratis saja. Tidak ada coffee snob yang tidak senang kalau disuguhi air putih gratis.
160924-abcd_8-ciri-coffee-snob_7
Airnya infused water ya, tolong. Supaya tasting palate kami bisa siap buat cangkir kopi berikutnya. Makasih.

6) Paham kopi kesukaannya hingga detil.

“Saya maunya double ristretto di 18 seconds, dan vessel-nya pas 150 ml, ya.” “Tolong dibuatkan pakai Kallita Wave dengan grind size 8,5 di EK43 dan airnya 92 derajat supaya jadi 88 derajat pas pouring, dan contact time-nya pas dua setengah menit ya – selesai atau ngga tetap langsung di-cut saja. Oh ya, paper filter-nya yang bleached ya.”
Coba telusuri ke bawah akun Instagram-nya sampai tahun lalu. Siapa tahu masih ada gambar Grande Choco Chips Frappuccino with Extra Caramel and Extra Cincau.

7) Alamat liburan: Melbourne dan Skandinavia.

Dan, kalau sudah liburan ke tempat-tempat ini, akun Instagram-nya akan penuh dengan foto-foto berbagai cangkir kopi di depan mesin espresso enam grup-nya Proud Mary, pengkolannya Tim Wendelboe di Oslo, bar-nya Coffee Collective, kursi-kursi di langit-langit Brother Baba Budan, dan seterusnya. Itulah pertanda bahwa seorang coffee snob sudah “naik haji”.
160924-abcd_8-ciri-coffee-snob_0
Biar afdol, supaya lebih ‘hidup menyatu dengan alam bebas’ a la manusia-manusia Skandinavia.

8. Kenal baik sama Matt, Tim dan Hide.

“Itu lho, si Matt waktu itu bilang bahwa levelling mestinya bukan begitu.”
“Kalau Tim sih waktu itu langsung ketemu sama petani-petaninya.”
“Gua sih ngelihat si Hide tamping tuh ngga kencang-kencang banget, ya.”
Pokoknya kesannya sudah “bro-bro”-an betul sama Matt, Tim, Hide dan tokoh-tokoh specialty coffee internasional lain. Padahal orang ini membaca artikel Matt Perger di baristahustle.com, atau baca company profile-nya Tim Wendelboe, dan menonton rekaman video penampilan Hidenori Izaki di World Barista Championship. Yah, pokoknya sebut nama depannya saja supaya kesannya seperti sudah jadi teman nge-bir di Legian sama mereka.
160924-abcd_8-ciri-coffee-snob_5_twitter
Ya, gitu deh bro. Asik emang si Matt orangnya.

oleh Ve Handojo
ABCD School of Coffee

http://kopikini.com/8-ciri-seorang-coffee-snob/