Mencari rasio kopi untuk seduhan

The golden ratio for brewing coffee, bukan hal sederhana tidak juga susah, perlu mencari rasio kopi yang tepat untuk seduhan, tested, test, and testing.

Untuk menemukan formula tepat dalam menyajikan secangkir kopi yang nikmat perlu perhitungan. Rasio kopi dan air, coffee grind size, dan waktu seduhan saling berkaitan dalam satu jejaring yang sama. Rasio kopi dan air sudah tepat, jika grind size kopi ternyata tidak diperhatikan juga berdampak pada rasa kopi, dan lagi waktu seduhan juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengaliri air juga perlu memastikan waktu yang sesuai untuk seduhan kopi.

Dalam hal ini, kesampingkan sejenak coffee grind size dan juga waktu seduhan. Ada apa dengan rasio kopi dan air, bagaimana menghitung berapa gram kopi yang tepat untuk menyajikan secangkir kopi berukuran 10 ml? Pernahkah kamu memikirkannya, bagaimana barista melakukan perhitungan rasio, antara kopi dan air untuk secangkir kopi di meja kamu hari ini.

Perihal kopi, barista adalah teman berbual yang tepat. Mereka akan selalu jujur, mulai dari mana biji kopi itu berasal, sampai berakhir di secangkir meja kamu. Pastinya dengan senang hati, mereka-barista akan merasa menemukan teman masa kecil yang sama, menyukai apa pun tentang kopi. Mulailah dari obrolan ringan, sampai bahasan tentang rasio kopi dan air.

Saya pun demikian, pernah bertandang di salah satu coffee shop lokal di kota ini. Siapa yang mengira dia; barista sekaligus owner coffee shop tersebut. Bercerita banyak tentang kopi, dan berhasil melakukan brain washed pada saya. Menikmati kopi dengan jujur. Sampai pada akhirnya saya bertanya bagaimana rasa kopi bisa konsisten di tiap cangkirnya. Faktanya bukan sebuah kebetulan karena sebuah kebiasaan menyajikan kopi, tapi ada perhitungan rasio untuk menampilkan karakter rasa kopi di tiap cangkirnya.

Coffee to Water Ratio atau Water to Coffee Ratio
Pernahkah mendengar istilah 1:12 atau 1:16, ya benar, sebutan tersebut adalah rasio perbandingan kopi dan air. Namun, mana yang benar penyebutannya 1:16 atau 16:1 untuk menyatakan perbandingan rasio.

Dalam jurnal the golden cup ratio yang diterbitkan SCAA (Speciality Coffee Association of America) 55 gram kopi untuk 1 liter air seduhan. Maknanya 55g:1000ml atau sama dengan 1:18, dan secara tidak langsung terjawab bahwa sebutan yang benar adalah Coffee to Water Ratio. Tapi walaupun demikian, sebagian negara menyebutkan rasio ini terbalik yaitu 18:1 bukan 1:18, maknanya tidak terlalu berbeda rasio skala 1 untuk menyebutkan gram kopi.

Rasio Air Seduhan; oz dan ml
Membingungkan memang jika konversi oz (ounces) ke ml (milliliters) sedangkan rasio yang disepakati adalah g : ml. Masalah ini sering ditemui pada coffee shop yang mengimpor cup dari negara luar seperti Amerika, atau barista yang sedang mengikuti championship di negara tertentu dengan perhitungan ounces.

Perhitungan sederhananya, 1 oz = 30 ml. Jika cup yang menampung 7 oz berapa rasio kopi yang harus di-grind untuk secangkir kopi itu. Cobalah untuk mengkonversikan terlebih dahulu ke dari oz ke ml. Dengan rasio 1:18 maka 7oz = 210ml. Baiklah konversi ke ml sudah didapat 1g : 18ml maknanya ? : 210ml, bisa dihitung dengan 210ml/18ml = 12g. Maka 1g : 18ml sama artinya dengan 12g : 210ml.

1:18 apakah benar The Golden Ratio?
Saya sendiri menganjurkan jangan percaya pada rasio ini, cukuplah hanya dijadikan referensi. Tapi, temukan perbedaannya rasio 1:18 dengan rasio lainnya. Pastikan karakter rasa pda tiap rasio, sehingga kamu dapat menentukan rasio mana yang sesuai untuk disajikan kepada pelangganmu.

Siapkan 4 cup kopi dengan rasio 1:20, 1:18, 1:15 dan 1:13, pada volume air yang sama yaitu 100ml dan pada titik suhu air yang sama dan kopi yang di-grind pada medium-fine. Cobalah mengenal karakter rasa kopi itu, mana rasio yang sesuai untuk si kopi.

Faktanya, single origin yang berbeda belum tentu sesuai dengan rasio yang sama, metode seduhan yang berbeda, berbeda pula rasio yang sesuai untuk metode seduhan tertentu.

Proses kopi

Sekarang ini prosesing buah kopi (coffee cherry) menjadi biji kopi kering (green coffee bean) berkembang sangat pesat dan komplek.

Methoda proses kopi akan secara dinamis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi, tingkat konsumsi, selera konsumen dan masalah lingkungan/kesehatan.

Namun secara umum proses kopi saat ini bisa dikelompokkan menjadi 3 metoda dasar, yaitu,
1. Dry process/natural
2. Wet process
3. Semi-wet.

1. Proses natural adalah paling tua/sederhana = buah kopi hasil panen langsung dijemur sampai kering (kadar air 12 %).
# Untuk mencapai kadar air ini butuh waktu lama 3-4 minggu (tergantung cuaca).
# Dengan meningkatkannya permintaan konsumsi, produksi kopi juga bertambah besar secara signifikan. Sehingga metoda dry process tdk mampu lagi mengakomodir permintaan pasar secara tepat waktu.

2. Maka muncullah metode wet process. Semula proses ini bertujuan untuk mempercepat waktu penjemuran dan meningkatkan kapasitas lantai jemur (volume biji kopi berkulit tanduk (kopi HS/parchment lebih kompak).
#Namun tdk diduga, wet proses juga meningkatkan citarasa biji kopinya.
#Wet process = kupas buah (pulping) + fermentasi + pencucian + penjemuran + kupas kering (hulling)
# Fermentasi bertujuan mengurai pulpa (sisa daging buah) di permukaan kulit tanduk oleh mikroba alami. #Proses ini mengurai senyawa gula yg ada di pulpa menjadi berbagai jenis asam. Asam2 ini diserap oleh biji yg kemudian menimbulkan berbagai macam sensasi citarasa asam yg menyenangkan.
# Pencucian = membersihkan sisa pulpa yg sdh mengelupas dari kulit tanduk. Sehingga tampilan kulit tanduk menjadi bersih.
# Waktu penjemuran menjadi lebih cepat karena tidak ada lagi yg menghalangi penguapan air dari dalam biji.
# Namun, methoda ini kemudian menimbulkan masalah lingkungan. Buangan proses ini, berupa kulit buah dan air cucian berpotensi menimbulkan polusi ke lingkungan.
# Hal tsb mendorong munculnya methoda proses yg lebih ramah lingkungan dan hemat air, yaitu Semi-wet.
#Dengan methoda ini konsumsi air proses yg semula 5 liter/kg buah (wet proses) menjadi hanya 0,5 liter/kg buah (semi wet).

3. Spt halnya pada wet proses, semula semi-Wet diawali dengan kupas buah kopi + pembersihan pulpa secara mekanik dengan tambahan sedikit air + penjemuran.
# Proses ini di Brazil disebut Pulped Natural = kulit buah dikupas langsung dijemur.
# Bedanya dengan wet process adalah pembersihan pulpa pada semi-wet dilakukan secara mekanik.
# Hal ini tidak bisa sebersih yg dilakukan oleh mikroba (fermentasi).
# Sisa pulpa masih menempel di permukaan kulit tanduk.
#Karena pulpa bersifat lengket identik dengan madu. Maka proses ini populer disebut honey process.
# Selama penjemuran sisa pulpa akan terfermentasi secara alami di atas lantai jemur dan memberikan sensasi rasa manis dan warna kulit tanduk yg ber-beda2.
# Sisa pulpa menempel di permukaan kulit tanduk mengalami proses pencoklatan (browning) dengan intensitas warna yg berbeda-beda tergantung jumlah kadar sisa pulpa saat akan dijemur.
# Kadar pulpa paling rendah akan lebih cepat kering dan menyebabkan kulit tanduk berwarna kuning (yellow honey). #Hasil proses Semi-wet awalnya identik dengan karakter yellow honey.
# Kadar pulpa medium tdk terlalu cepat kering dan menjadikan warna kulit tanduk agak merah (red honey).
# Kadar pulpa tebal akan lama kering sehingga warna kulit tanduk cenderung agak hitam (black honey).

Metoda proses kopi akan terus berkembang lanjut, berevolusi dan berimprovisasi. Spt proses wet-hulling.