{"id":53,"date":"2016-12-31T06:11:51","date_gmt":"2016-12-30T23:11:51","guid":{"rendered":"http:\/\/kopi.u2.nu\/?p=53"},"modified":"2016-12-31T06:11:51","modified_gmt":"2016-12-30T23:11:51","slug":"bolehkah-penderita-maag-minum-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/2016\/12\/31\/bolehkah-penderita-maag-minum-kopi\/","title":{"rendered":"Bolehkah penderita maag minum Kopi?"},"content":{"rendered":"<p class=\"container\" style=\"margin-right: auto; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; padding: 0px; width: 300px; color: rgb(36, 36, 36); font-family: Lora, sans-serif; font-size: 15.2px;\">\n<p id=\"content\" style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 50px; margin-left: 0px; padding: 0px; overflow: hidden;\">\n<p id=\"main\" style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding: 0px; width: 300px; float: left;\">\n<article id=\"post-5535\" class=\"post-5535 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-news category-tips\" style=\"margin: 0px 0px 60px; padding: 0px;\">\n<p class=\"post-header\" style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding: 0px; text-align: center;\">\n<p class=\"post-img\" style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding: 0px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/sakit-maag-boleh-minum-kopi-1080x1080.jpg\" class=\"attachment-full-thumb wp-post-image\" alt=\"sakit-maag-boleh-minum-kopi\" style=\"padding: 0px; border: 0px; vertical-align: middle;\"><\/p>\n<p class=\"post-entry\" style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding: 0px;\">\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><br style=\"margin: 0px; padding: 0px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">Perkara kecil yang sering menjadi persoalan para penggemar kopi yang punya masalah lambung.<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">MASALAH&nbsp;<\/strong>boleh tidaknya seorang penderita maag meminum kopi ini sebetulnya kerap ditanyakan oleh pelanggan bedhag kopi sendiri. Kebanyakan yang bertanya itu umumnya segera mendikte bahwa kopi akan membuat maag mereka kambuh sehingga menolak segala saran tanpa memberi kesempatan sebentar untuk mendengar. Kadang-kadang itu menyebalkan.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Menurut saya, kopi masih tetap bisa diminum meskipun seseorang menderita sakit maag. Beberapa tahun lalu saya pernah dirawat inap karena maag akut selama dua hari yang selama itu pula cairan infus setidaknya 10 botol telah masuk. (Beberapa teman kemudian bercanda bahwa jangan-jangan cairan infus itu saya minum saking banyaknya.&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">Lol<\/em>). Namun saat ini biasanya saya justru menghabiskan 2-3 cangkir kopi (yang diseduh manual) setiap hari tanpa ada masalah maag kumat\u2014setidaknya sampai saat ini.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Jadi jika ditanyakan bolehkah seorang penderita maag minum kopi? Maka jawabannya, menurut pengalaman saya, ya tentu saja bisa. Tapi tetap ada beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum minum kopi. Memilih kopi yang benar, lagi-lagi adalah salah satu kuncinya. Dan berikut adalah beberapa rekomendasi lainnya.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">1. Pilih kopi Arabica<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Bukan informasi baru lagi jika kopi Arabica memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi Robusta. Kadar&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">acidity&nbsp;<\/em>pada varietas Arabica juga berada setengahnya di bawah Robusta. (Perlu diingat bahwa kadar tidak sama dengan rasa). Karena kandungan kafein dan&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">acidity\u00ad-<\/em>nya yang lebih rendah ini, maka Arabica masih aman dikonsumsi oleh para penderita maag.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">2.&nbsp;<\/strong><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">Seduh manual<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Karena kopi-kopi yang diseduh manual, atau istilah kerennya&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">manual brew,&nbsp;<\/em>umumnya memakai filter untuk \u2018menyaring\u2019 kopi. Filter ini menjadi semacam penyeleksi karakter-karakter baik dari kopi yang bukan hanya membuat karakter aslinya keluar, tapi juga menjadikan kopi lebih ringan karena proses ekstraksinya yang rata-rata hanya sekitar 2-3 menit. Metode seduh manual ini lebih pas dikonsumsi dibandingkan dengan metode tubruk yang biasanya melibatkan proses \u201cperendaman\u201d cukup lama. Proses ekstraksi lama akan membuat karakter kopi keluar secara berlebihan. Dan menurut saya itu tidak baik, bukan hanya untuk penderita maag.<\/p>\n<p id=\"attachment_5537\" class=\"wp-caption alignnone\" style=\"margin: 5px 20px 20px 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; max-width: 100%; text-align: center; box-sizing: border-box; width: 343px;\"><a href=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/pour-over.jpg\" style=\"margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(195, 159, 118);\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5537 size-full\" src=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/pour-over.jpg\" alt=\"pour-over\" width=\"333\" height=\"500\" style=\"padding: 0px; border: 0px none;\"><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\" style=\"margin: 8px 0px 0px; padding: 0px; line-height: 17px; font-size: 16px; color: rgb(136, 136, 136);\">Salah satu metode manual brew yang cukup digemari adalah pour over.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">3. Pastikan kopi yang akan diminum adalah yang segar.<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Ini jugalah sebabnya kenapa rata-rata ahli kopi menyarankan untuk membeli biji kopi daripada bubuk. Kopi yang digiling sebelum diseduh akan menghasilkan bubuk yang segar dan hasil kopi yang nikmat. Selain itu, kopi yang segar juga memastikan kita tidak ada campuran lain yang tersisip ke dalam bubuk kopi. Dengan kata lain, yang akan kita seduh dan minum adalah sebenarnya kopi. Bukan minuman yang dicampurkan bubuk kopi.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">4. Sebaiknya tidak memilih kopi yang&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px; font-weight: normal;\">dark roast<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Cukup banyak artikel yang menyebut bahwa semakin hitam (<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">dark<\/em>) kopi disangrai, maka akan semakin rendah juga kafein yang dikandungnya. Sejenak benar. Tapi mereka juga tidak menyebut bahwa semakin&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">dark roast<\/em>kopi itu<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">,&nbsp;<\/em>maka semakin tinggi pula kandungan karbon dioksida yang dimilikinya. Karbon dioksida inilah yang \u2013menurut pengalaman saya\u2013 justru bisa memicu maag kambuh seketika. (Saya pernah mencoba&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">cold brew&nbsp;<\/em>yang baru diendus saja aroma&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">dark roast-<\/em>nya sudah menguar lumayan kencang.&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">Cold brew&nbsp;<\/em>itu diminum cuma sampai setengah karena setelahnya saya mengaduh karena maag yang tiba-tiba menyerang). Untuk persoalan ini, sebaiknya mengonsumsi kopi yang disangrai hanya sampai pada level medium saja.<\/p>\n<p id=\"attachment_5538\" class=\"wp-caption alignnone\" style=\"margin: 5px 20px 20px 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; max-width: 100%; text-align: center; box-sizing: border-box; width: 385px;\"><a href=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/dark-roast.jpg\" style=\"margin: 0px; padding: 0px; color: rgb(195, 159, 118);\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5538 size-full\" src=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/dark-roast.jpg\" alt=\"dark-roast\" width=\"375\" height=\"500\" style=\"padding: 0px; border: 0px none;\"><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\" style=\"margin: 8px 0px 0px; padding: 0px; line-height: 17px; font-size: 16px; color: rgb(136, 136, 136);\">Kopi dark roast yang black as hell. \ud83d\ude00<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\"><strong style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">5. Bagi penderita yang cukup akut, sebaiknya jangan minum kopi&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px; font-weight: normal;\">tok<\/em>sebelum makan<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Perut yang kosong memang sangat berbahaya bagi penderita maag. Apalagi jika perut yang kosong itu diisi kopi berkafein tinggi. Pada penderita maag akut, kafein bisa memicu asam pada lambung dan membuat maag menjadi kumat. Sebaiknya konsumsi entah roti-rotian terlebih dahulu sebelum minum kopi.<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Selain kelima rekomendasi ini, yang juga paling penting diperhatikan adalah jangan minum kopi instan! Seorang pembaca pernah menuliskan begini: Kopi instan bukan kopi, tapi minuman rasa kopi. Pernyataan yang saya sangat setuju. Kita tidak pernah tahu apa kandungan sebenarnya yang ada dalam kopi instan dan sebagai seorang yang sudah&nbsp;<em style=\"margin: 0px; padding: 0px;\">kapok&nbsp;<\/em>dengan&nbsp;penyakit&nbsp;ini, saya pikir saya tidak mau main-main lagi untuk urusan kopi.&nbsp;<img src=\"https:\/\/kopi.u2.nu\/wp-includes\/images\/smilies\/mrgreen.png\" alt=\":mrgreen:\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em;\" \/><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">Selamat minum kopi.&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/majalah.ottencoffee.co.id\/wp-includes\/images\/smilies\/simple-smile.png\" alt=\":)\" class=\"wp-smiley\" style=\"height: 1em; max-height: 1em; margin-right: 0.07em !important; margin-left: 0.07em !important; padding: 0px !important; border: none !important; display: inline !important; box-shadow: none !important; width: 1em !important; vertical-align: -0.1em !important; background-image: none !important; background-position: initial !important; background-size: initial !important; background-repeat: initial !important; background-attachment: initial !important; background-origin: initial !important; background-clip: initial !important;\"><\/p>\n<p style=\"margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding: 0px; font-size: 17px;\">&nbsp;<\/p>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkara kecil yang sering menjadi persoalan para penggemar kopi yang punya masalah lambung. MASALAH&nbsp;boleh tidaknya seorang penderita maag meminum kopi ini sebetulnya kerap ditanyakan oleh pelanggan bedhag kopi sendiri. Kebanyakan yang bertanya itu umumnya segera mendikte bahwa kopi akan membuat maag mereka kambuh sehingga menolak segala saran tanpa memberi kesempatan sebentar untuk mendengar. Kadang-kadang itu &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/2016\/12\/31\/bolehkah-penderita-maag-minum-kopi\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Bolehkah penderita maag minum Kopi?&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-53","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53\/revisions\/54"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kopi.u2.nu\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}